Friday, May 23, 2008

Rasa itu datang lagi

Gak terasa 6 bulan sudah aku menjalani hubungan ini dengan mas. Bosan...? Enggak..!! sampai sekarang aku menikmatinya walaupun setiap bulannya juga aku diserang oleh rasa kurang diperhatikan, cemburu, dan kadang tidak percaya dengan keseriusan si mas. Dan anehnya rasa itu selalu saja datang tanpa sebab. Kadang disaat kami sedang bercengkrama, membagi tawa dan bahagia berasama, tiba-tiba rasa itu muncul dan memicu diriku tuk menanyakan hal yang bodoh seperti yang kulakukan tadi pagi.


"mas sayang gak ama mel?"
"iya."
"...."
"kenapa? kok pertanyaanya seperti itu..?"
"...."

Yah... pertanyaan bodoh itu sering aku lontarkan kepada mas. Aku tau mas merasa jengah dengan pertanyaan yang hampir berpuluh kali aku tujukan kepadanya. Dan juga merasa kecewa karena keraguanku pada keseriusannya itu. Kalau soal keseriusan jangan ditanya. Aku mengangap dia cukup serius dengan hubungan ini. Tapi yah sekali lagi. Keraguan ku itu masih saja sering timbul.


Masih jelas dimemori ku tentang keraguanku di bulan yang lalu. Setelah 2 kali gagal untuk bertemu, pada waktu yang telah kami tentukan (1 mei 2008), dengan terbuka aku akan memutuskan untuk berhenti mempercayai keseriusannya jika dalam waktu itu juga kami tidak bertemu. Ultimatum..? Yah.. mau tidak mau, sanggup tidak sanggup aku harus ambil keputusan itu untuk sebuah hubungan dan pembuktian karena aku tidak mau menjalani hubungan yang tak berujung. Dan dia membuktikannya.

Tanggal 1 Mei 2008 adalah untuk pertama kalinya aku bertemu dengan mas setelah menjalani hubungan 5 bulan lamanya. Dan untuk pertama kalinya pula aku menjalani hari pergantian umurku dengan seseorang yang untuk pertama kalinya juga berhasil menguasai hatiku.

Hari itu adalah tanggal 3 mei 2008, dia mengucapkan selamat ulang tahun dan menyentuhku dengan mendaratkan kecupan di rambutku. Dan sekali lagi, itu adalah sentuhan yang kurasakan untuk pertama kalinya. Yah... semua itu serba pertama. Tapi yah.. caranya kurang romantis. Secara dia adalah seorang pria yang mengaku tidak romantis. Dan aku juga seorang wanita yang dari dulu mengklaim bahwasannya diriku ini tidak mempunyai sisi romatis. Dan itu terbukti.

Hubungan kami bisa dikatakan hubungan penuh dengan variabel. Kepercayaan, jarak yang jauh, background keluarga masing-masing yang hanya kami ketahui dengan pembicaraan yang sering kami lakukan melalui telp, dan variabel xyz lainnya. Bagiku variabel itu bukanlah suatu halangan. Saling percaya saja itu sudah cukup. Tapi sayangnya keluargaku dulu sempat meragukannya. Bukan hanya keluarga ku, teman-teman ku juga.

Yah.. aku tau.. aku terlalu berani untuk mengambil resiko berpacaran dengan seseorang yang ku kenal dari dunia maya. Dan aku fikir hidup itu penuh dengan resiko, dan lika-liku yang tidak berujung. Bagaimana pun hidup itu keputusan. Keputusan yang ku ambil terlalu bodoh..? aku tidak perduli dengan itu selama aku masih memiliki pegangan berupa kepercayaan dan perinsip hidup yang ku miliki. Selama aku tidak melanggar perinsip itu, aku fikir diriku ini masih normal.

Yah.. mungkin benar, cinta itu buta sehingga tidak bisa membuat kita berfikir lebih positif. Semuanya berdasarkan hati, bukan lagi dengan logika. Ah... rasa raguku... aku ingin sekali menjauhkan rasa itu. Tapi terkadang rasa itu kembali pada saat-saat yang tidak ku inginkan. Argggh...!! sudahlah...!! Jahat sekali rasanya aku masih juga meragukannya. Mas memang benar. Aku selalu saja berfikir yang tidak-tidak. luv u mas.

=Pitak!=

5 comments:

xero said...

ternyata hampir semua wanita selalu menanyakan "hal bodoh" itu ya :D

first time visit, salam

Paams said...

sayah pernah kok begitu waktu lagi jadian sm seseorang...
menurut sayah buat cewek itu wajar :D
cewek kebanyakan dipikirin sih,hhehehe

ipied said...

selamat berjarak jauh ya...
berat baget jarak jauh....apa lagi kalo setelah 5 bulan akhirnya ketemu juga...

jadi banyak gak percayanya....

kupikir itu wajar kalo kamu banyak menanyakan tentang perasaan itu....

kejelasan sikap untuk kejelasan hubungan....

Pitak! said...

~ xero
masa..? wah aku gak tau.. aku fikir aku aja he he...

~ pams
wajar yah..? wah berarti saya normal dunk hehe...

~ ipied
duh pied... makaci yah..

PaiJan said...

wah.. ngga boleh ragu gitu klo mau hubungan jarak jauh, bisa2 saling ngga percaya klo gitu,.

gw juga lagi jalanin cinta jarak jauh..

sukses buat pacaran jarak jauh..

:D